Langsung ke konten utama
*Menteri Suharso Melakukan Pertemuan Bilateral dengan Europe Comissioner*Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional melakukan pertemuan bilateral dengan Europe Comissioner Jutta Urpilainen, Selasa (29/06/2021).“Terkait dengan Presidensi Indonesia 2022, saya yakin kita memiliki waktu yang fantastis tahun ini di G20 di bawah Presidensi Italia. Tahun depan, Indonesia akan menjadi Presidensi G20. Kami sekarang ingin berbagi beberapa rencana kami untuk presidensi Indonesia tahun depan,” ujar Menteri.Hal lain yang disampaikan Menteri dalam pertemuan tersebut, pertama, dalam menentukan prioritas, proses pemulihan dari pandemi Covid-19 merupakan langkah penting untuk melangkah lebih kuat dari sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa presidensi Indonesia, di tahun mendatang, bermaksud untuk memusatkan perhatian pada pemulihan dan ketahanan. Indonesia berencana untuk memilih area transformatif utama yang akan menjadi nilai tambah utama DWG selama presidensi 2022 mendatang.Bidang transformasi utama Presidensi Indonesia 2022 antara lain, (1) Ekonomi Hijau dan Pembangunan Rendah Karbon; (2) Ekonomi Informal dan UMKM; dan (3) Perlindungan Sosial Adaptif.Kedua, Indonesia juga bertujuan untuk mengingat pentingnya multilateralisme, mengingat meningkatnya ketegangan dan arah kebijakan yang melihat ke dalam dari begitu banyak negara.Menanggulangi pandemi Covid-19 membutuhkan upaya bersama, dan hal ini ditentukan bersama untuk memutuskan arah mana yang akan ditempuh. Kebijakan yang melihat ke dalam tidak diragukan lagi akan menghambat upaya pemulihan global.Oleh karena itu, Menteri percaya bahwa semua pihak harus mengupayakan kolaborasi, baik untuk upaya melawan pandemi Covid-19 maupun untuk mencapai target SDGs kembali ke jalurnya.Ketiga, prioritas lain yang Indonesia rencanakan untuk ditingkatkan tahun depan adalah pembiayaan inovatif, yang juga telah diangkat di kepresidenan sebelumnya, karena topik tersebut masih relevan hingga saat ini. Pembiayaan inovatif membuka pintu untuk memindahkan aliran sumber daya untuk SDGs dari miliaran menjadi triliunan, dan untuk itu Indonesia berencana membahas keuangan campuran. Namun demikian, Indonesia akan memastikan bahwa pembiayaan inovatif tidak akan mengalihkan bantuan dan ODA dari negara-negara berpenghasilan rendah yang paling membutuhkannya.Selasa, 29 Juni 2021*Tim Komunikasi Publik*Kementerian PPN/BappenasHttps://linktr.ee/suharsomonoarfa Follow:Instagram Menteri PPN: @suharsomonoarfaTwitter Menteri PPN: @Suharso_MFanpage Menteri PPN: Suharso Monoarfa
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar