Mohon bantuan Bpk/Ibu untuk muat rilis berita kami... Terima kasih 🙏🙏🙏Wabup Bursel Harap Pengurus PERKASA Tabur Cinta dan Kasih SayangNamrole -Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliazer Selsily berharap Pengurus dan seluruh Persekutusn Keluarga Besar Saparua (PERKASA) Kabupaten Buru Selatan akan terus menabur cinta dan kasih sayang.Hal iitu disampaikan Selsily dalam sambutannya ketika menghadiri pelantikan Pengurus PERKASA Kabupaten Buru Selatan periode 2021-2024 yang dilakukan di gedung gereja Wae Fuhan Prangit Jemaat GPM Labuang, Minggu (11/01/2021) malam.“Saya Wakil Bupati Buru Selatan mengucapkan selamat untuk dilantiknya Persekutuan Keluarga Besar Saparua, semoga kedepan akan terus menabur cinta dan kasih sayang dalam membina hubungan keluargaan diantara saudara—saudara tetapi juga dengan semua orang yang saudara jumpai di negeri ini,” kata Selsily.Menurutnya, persekutuan hidup orang basudara, satu kampung, satu negeri, satu pulau adalah hal terindah dan menjadi sebuah kekuatan saat kita berada di tanah rantau. “Sebab itu, saya memberikan apresiasi atas terbentuknya persekutuan ini, apalagi didalamnya terkandung nilai-nilai spiritual orang beriman,” ucapnya.Olehnya itu, lanjutnya, janganlah menjauhkan diri dari pertemuan keluarga dan perkumpulan para sahabat karena orang yang paling dekat dalam hidup ini dan siap menolong kita di setiap waktu adalah kerabat dan sahabat. Sebab itu, banyak postingan di media sosial yang berkata “Tamang Barasa Sodara”.“Apalagi kita yang memang punya hubungan saudara, punya hubungan kekeluargaan, maka sudah tentu hubungan kita akan lebih manis, lebih erat dan melahirkan kerukunan, kasih dan sukacita. Sebab, kita diingatkan bahwa berkat Tuhan akan tercurah bagi mereka yang hidup saling mengasihi. Dalam kenyataan kita tidak bisa mengabaikan perbedaan, cara pandang, dan prinsip serta komitmen setiap individu dalam sebuah persekutuan,” ujarnya.Karena itu Selsily ingin berpesan, bahwa perbedaan adalah sebuah kekayaan besar diantara kita dan hal itu mesti dirawat dengan baik sehingga melahirkan potensi besar yang positif bagi merajut tali kasih dalam hidup dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan, tetapi juga melahirkan kekuatan dan komitmen keluarga ini untuk bersama membangun Kabupaten Buru Selatan sehingga Buru Selatan akan menjadi rumah hunian yang nyaman bagi orang Saparua dan kita semua yang adda dalam realitas hidup di Namrole.“Tujuan pembentukan persekutuan ini adalah untuk saling mengenal dan saling membantu satu sama lain dengan tetap menjaga dan menjunjung budaya dan adat istiadat masyarakat Buru. Khususnya di Kabupaten Buru Selatan dengan falsafah hidup ade kaka atau Kai Wai. Artinya Kai Wai itu sendiri lebih luas dapat dipahami sebagai bentuk penerimaan oleh orang Buru untuk semua orang yang datang dan berdiam di negeri ini sebaagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup komunitas masyarakat adat,” jelasnya.Maka kita semua, tambah Selsily, baik yang datang dari Saparua, maupun yang ada di Pulau Buru kita semua telah menjadi satu keluarga.“Sebagai Wakil Bupati Buru Selatan saya menyambut baik Persekutuan Keluarga Besar Saparua dan memberikan dukungan positif, karena langkah saudara-saudara telah menciptakan ruang untuk memupuk silahturahmi dalam kasih sayang bagi anggota keluarga dan semua orang di tengah realitas masyarakat kita yang majemuk,” katanya.Lanjutnya, kemajemukan adalah anugerah yang mesti kita syukuri. Karena itu, dalam berbagai perbedaan kita tingkatkan hubungan kekeluargaan, pela gandong, dalam bingkai budaya kai wai.“Selanjutnya, saya sebagai Wakil Bupati Buru Selatan yang juga adalah bagian dari saudara-saudara, saya mengharapkan dukungan dan doa dari Persekutuan Keluarga Besar Saparua untuk bersama menata roda pemerintahan dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Bumi Fuka Bipolo tercinta,” harapnya.Marilah kita berdoa, tambah Selsily, kiranya apa yang telah kita lakukan malam ini memberikan keekuatan iman kepada kita semua serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Buru Selatan menuju masa depan yang lebih baik dilandasi dengan semangat Satukan Hati Membangun Negeri (Lolik Lalen Fedak Fena).“Sekali lagi saya mengucapkan selamat bertugas, selamat melayani baggi Pengurus Persekutuan Keluarga Besar Saparua yang telah dilantik,” tuturnya.Sementara itu, Ketua PERKASA Kabupaten Buru Selatan, Kenny Luhukay dalam sambutannya menjelaskan, PERKASA ada di Buru Selatan atas perkenaan Tuhan, dimana Tuhan menggerakan beberapa orang untuk mempersatukan keluarga anak cucu yang berasal dari Pulau Saparua untuk mempermuliakan nama Tuhan serta mempererat tali persaudaraan anak cucu Saparua yang ada di Bumi Fuka Bipolo tercinta ini. “DiharapkanPersekutuan ini hadir untuk dapat memberi dampak yang berarti bagi keluarga besar anak cucu Saparua yang ada di Buru Selatan serta dapat mendukung pemerintah dengan program-program pembangunan daerah maupun menjadi mitra Gereja dalam mengemban misi Allah bagi umatNya di Buru Selatan,” kata Luhukay.Pada kesempatan itu, Luhukay turut mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Buru Selatan yang turut hadir dalam ibadah ini serta dapat memberi dukungan bagi Persekutuan ini.“Ucapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Para Perintis PERKASA, Bapak Jemy Jacobs dan Ibu Ko Luhukay yang telah bersama-sama merintis persekutuan ini beberapa bulan yang lalu. Terima kasih juga saya sampaikan buat bapak/ibu pembina PERKASA serta ketua-ketua persekutuan yang boleh hadir dalam ibadah sekaligus acara pelantikan pengurus PERKASA ini,” ucapnya.Sementara itu, Jemy Jacobs selaku Perintis pembentukan PERKASA di Kabupaten Buru Selatan dalam sambutannya turut menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan.“Sebab dalam kasih Tuhan kita semua hadir di malam ini dalam kenyataan persekutuan yang sungguh indah, inilah anak-anak yang berasal dari Saparua,” katanya.Menurutnya, mimpi dan kerinduan yang dimiiliki untuk menghimpun anak cucu asal Pulau Saparua dilandasi harapan untuk merajut tali kekeluargaan dalam bingkai orang saudara penuh cinta dan kasih.“Saat berada di tanah rantau akhirnya terwujud sudah. Tujuannya sederhana saja, yaitu katong laeng lia laeng dalam susah dan senang. Apalagi dalam kondisi dunia saat ini, maka saling mendoakan dan saling menguatkan dalam berkat terbesar dalam hidup ini,” ucapnya.Ia berharap Pengurus PERKASA yang telah dilantik akan diberkati oleh Tuhan untuk mengurus persekutuan ini serta melayani semua orang di Bumi Fuka Bipolo.“Pepatah usang, dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung. Katong hidup berdamai dengan semua orang disini,” tuturnya.Untuk diketahui, ibadah PERKASA sekaligus pelantikan Pengurus PERKASA itu dipimpin oleh Pendeta HR Lessil.Adapun Pengurus PERKASA periode 2021-2024 yang dilantik terdiri dari Pengurus inti, yakni : Kenny Luhukay (Ketua), Elvis Charles Lahallo (Wakil Ketua), Edwin Matulessy (Sekretaris), Marlan Semuel Lahallo (Wakil Sekretaris) dan Marsje Manuhuttu (Bendahara).Pengurus tersebut turut dibantu oleh sejumlah pengurus lainnya, yakni Seksi Kerohanian yang terdiri dari Jemmy Jacobs (Ketua), Ko Lesnussa, Ko Luhukay, Mirel Tomasoa dan Isye Pattiasina sebagai anggota.Untuk seksi sosial terdiri dari Oni Hehakaya (Ketua), Stefi Pattiwaelapia, Oi Toumahu, Ake Sasabone, Vecky Wattimena,Yandri Lekatompessy dan Hein Hitipeuw sebagai anggota.Seksi Penghubung terdiri dari Revii Sasabone (Ketua), Gres Latumahina, Sandra Luhulima, Novi Selanno dan Marchelo Kippuw sebagai anggota.Seksi Keamanan terdiri dari Hengki Lawalatta (Ketua), Angky Peimahul, Andre Waelauruw, Oni Lewol dan Bravel Matatula sebagai anggota. Tak hanya itu, Pengurus PERKASA pun turut dilengkapi dengan Pembina yang terdiri dari Pendeta HR Lessil, Pendeta Nita Mairima, Cone Hully, Cones Sahetapy, Arens Solissa, Ais Aponno, Alen Pattiwaelapia dan Lien Mattulessy/Latbual. Proses pelantikan itu turut ditandai dengan penyematan lenso adat kepada kelima Pengurus Inti PERKASA, yakni Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliaser Selsily menyematkan lenso adat kepada Ketua PERKASA Kenny Luhukay, Pendeta Jems Tasane menyematkan lenso adat kepada Wakil Ketua PERKASA Elvis Charles Lahallo, Sami Latbual menyematkan lenso adat kepada Sekretaris PERKASA Edwin Matulessy, Ketua Nusahalawano Frangky Tomasoa menyematkan lenso adat kepada Wakil Sekretaris PERKASA Marlan Semuel Lahallo serta Ake Sasabone menyematkan lenso adat kepada Bendahara PERKASA Marsje Manuhuttu. (Red) Demianus AMohon bantuan Bpk/Ibu untuk muat rilis berita kami... Terima kasih 🙏🙏🙏Wabup Bursel Harap Pengurus PERKASA Tabur Cinta dan Kasih SayangNamrole -Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliazer Selsily berharap Pengurus dan seluruh Persekutusn Keluarga Besar Saparua (PERKASA) Kabupaten Buru Selatan akan terus menabur cinta dan kasih sayang.Hal iitu disampaikan Selsily dalam sambutannya ketika menghadiri pelantikan Pengurus PERKASA Kabupaten Buru Selatan periode 2021-2024 yang dilakukan di gedung gereja Wae Fuhan Prangit Jemaat GPM Labuang, Minggu (11/01/2021) malam.“Saya Wakil Bupati Buru Selatan mengucapkan selamat untuk dilantiknya Persekutuan Keluarga Besar Saparua, semoga kedepan akan terus menabur cinta dan kasih sayang dalam membina hubungan keluargaan diantara saudara—saudara tetapi juga dengan semua orang yang saudara jumpai di negeri ini,” kata Selsily.Menurutnya, persekutuan hidup orang basudara, satu kampung, satu negeri, satu pulau adalah hal terindah dan menjadi sebuah kekuatan saat kita berada di tanah rantau. “Sebab itu, saya memberikan apresiasi atas terbentuknya persekutuan ini, apalagi didalamnya terkandung nilai-nilai spiritual orang beriman,” ucapnya.Olehnya itu, lanjutnya, janganlah menjauhkan diri dari pertemuan keluarga dan perkumpulan para sahabat karena orang yang paling dekat dalam hidup ini dan siap menolong kita di setiap waktu adalah kerabat dan sahabat. Sebab itu, banyak postingan di media sosial yang berkata “Tamang Barasa Sodara”.“Apalagi kita yang memang punya hubungan saudara, punya hubungan kekeluargaan, maka sudah tentu hubungan kita akan lebih manis, lebih erat dan melahirkan kerukunan, kasih dan sukacita. Sebab, kita diingatkan bahwa berkat Tuhan akan tercurah bagi mereka yang hidup saling mengasihi. Dalam kenyataan kita tidak bisa mengabaikan perbedaan, cara pandang, dan prinsip serta komitmen setiap individu dalam sebuah persekutuan,” ujarnya.Karena itu Selsily ingin berpesan, bahwa perbedaan adalah sebuah kekayaan besar diantara kita dan hal itu mesti dirawat dengan baik sehingga melahirkan potensi besar yang positif bagi merajut tali kasih dalam hidup dengan penuh kedamaian dan kebahagiaan, tetapi juga melahirkan kekuatan dan komitmen keluarga ini untuk bersama membangun Kabupaten Buru Selatan sehingga Buru Selatan akan menjadi rumah hunian yang nyaman bagi orang Saparua dan kita semua yang adda dalam realitas hidup di Namrole.“Tujuan pembentukan persekutuan ini adalah untuk saling mengenal dan saling membantu satu sama lain dengan tetap menjaga dan menjunjung budaya dan adat istiadat masyarakat Buru. Khususnya di Kabupaten Buru Selatan dengan falsafah hidup ade kaka atau Kai Wai. Artinya Kai Wai itu sendiri lebih luas dapat dipahami sebagai bentuk penerimaan oleh orang Buru untuk semua orang yang datang dan berdiam di negeri ini sebaagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup komunitas masyarakat adat,” jelasnya.Maka kita semua, tambah Selsily, baik yang datang dari Saparua, maupun yang ada di Pulau Buru kita semua telah menjadi satu keluarga.“Sebagai Wakil Bupati Buru Selatan saya menyambut baik Persekutuan Keluarga Besar Saparua dan memberikan dukungan positif, karena langkah saudara-saudara telah menciptakan ruang untuk memupuk silahturahmi dalam kasih sayang bagi anggota keluarga dan semua orang di tengah realitas masyarakat kita yang majemuk,” katanya.Lanjutnya, kemajemukan adalah anugerah yang mesti kita syukuri. Karena itu, dalam berbagai perbedaan kita tingkatkan hubungan kekeluargaan, pela gandong, dalam bingkai budaya kai wai.“Selanjutnya, saya sebagai Wakil Bupati Buru Selatan yang juga adalah bagian dari saudara-saudara, saya mengharapkan dukungan dan doa dari Persekutuan Keluarga Besar Saparua untuk bersama menata roda pemerintahan dan menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Bumi Fuka Bipolo tercinta,” harapnya.Marilah kita berdoa, tambah Selsily, kiranya apa yang telah kita lakukan malam ini memberikan keekuatan iman kepada kita semua serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Buru Selatan menuju masa depan yang lebih baik dilandasi dengan semangat Satukan Hati Membangun Negeri (Lolik Lalen Fedak Fena).“Sekali lagi saya mengucapkan selamat bertugas, selamat melayani baggi Pengurus Persekutuan Keluarga Besar Saparua yang telah dilantik,” tuturnya.Sementara itu, Ketua PERKASA Kabupaten Buru Selatan, Kenny Luhukay dalam sambutannya menjelaskan, PERKASA ada di Buru Selatan atas perkenaan Tuhan, dimana Tuhan menggerakan beberapa orang untuk mempersatukan keluarga anak cucu yang berasal dari Pulau Saparua untuk mempermuliakan nama Tuhan serta mempererat tali persaudaraan anak cucu Saparua yang ada di Bumi Fuka Bipolo tercinta ini. “DiharapkanPersekutuan ini hadir untuk dapat memberi dampak yang berarti bagi keluarga besar anak cucu Saparua yang ada di Buru Selatan serta dapat mendukung pemerintah dengan program-program pembangunan daerah maupun menjadi mitra Gereja dalam mengemban misi Allah bagi umatNya di Buru Selatan,” kata Luhukay.Pada kesempatan itu, Luhukay turut mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Buru Selatan yang turut hadir dalam ibadah ini serta dapat memberi dukungan bagi Persekutuan ini.“Ucapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Para Perintis PERKASA, Bapak Jemy Jacobs dan Ibu Ko Luhukay yang telah bersama-sama merintis persekutuan ini beberapa bulan yang lalu. Terima kasih juga saya sampaikan buat bapak/ibu pembina PERKASA serta ketua-ketua persekutuan yang boleh hadir dalam ibadah sekaligus acara pelantikan pengurus PERKASA ini,” ucapnya.Sementara itu, Jemy Jacobs selaku Perintis pembentukan PERKASA di Kabupaten Buru Selatan dalam sambutannya turut menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan.“Sebab dalam kasih Tuhan kita semua hadir di malam ini dalam kenyataan persekutuan yang sungguh indah, inilah anak-anak yang berasal dari Saparua,” katanya.Menurutnya, mimpi dan kerinduan yang dimiiliki untuk menghimpun anak cucu asal Pulau Saparua dilandasi harapan untuk merajut tali kekeluargaan dalam bingkai orang saudara penuh cinta dan kasih.“Saat berada di tanah rantau akhirnya terwujud sudah. Tujuannya sederhana saja, yaitu katong laeng lia laeng dalam susah dan senang. Apalagi dalam kondisi dunia saat ini, maka saling mendoakan dan saling menguatkan dalam berkat terbesar dalam hidup ini,” ucapnya.Ia berharap Pengurus PERKASA yang telah dilantik akan diberkati oleh Tuhan untuk mengurus persekutuan ini serta melayani semua orang di Bumi Fuka Bipolo.“Pepatah usang, dimana bumi di pijak disitu langit dijunjung. Katong hidup berdamai dengan semua orang disini,” tuturnya.Untuk diketahui, ibadah PERKASA sekaligus pelantikan Pengurus PERKASA itu dipimpin oleh Pendeta HR Lessil.Adapun Pengurus PERKASA periode 2021-2024 yang dilantik terdiri dari Pengurus inti, yakni : Kenny Luhukay (Ketua), Elvis Charles Lahallo (Wakil Ketua), Edwin Matulessy (Sekretaris), Marlan Semuel Lahallo (Wakil Sekretaris) dan Marsje Manuhuttu (Bendahara).Pengurus tersebut turut dibantu oleh sejumlah pengurus lainnya, yakni Seksi Kerohanian yang terdiri dari Jemmy Jacobs (Ketua), Ko Lesnussa, Ko Luhukay, Mirel Tomasoa dan Isye Pattiasina sebagai anggota.Untuk seksi sosial terdiri dari Oni Hehakaya (Ketua), Stefi Pattiwaelapia, Oi Toumahu, Ake Sasabone, Vecky Wattimena,Yandri Lekatompessy dan Hein Hitipeuw sebagai anggota.Seksi Penghubung terdiri dari Revii Sasabone (Ketua), Gres Latumahina, Sandra Luhulima, Novi Selanno dan Marchelo Kippuw sebagai anggota.Seksi Keamanan terdiri dari Hengki Lawalatta (Ketua), Angky Peimahul, Andre Waelauruw, Oni Lewol dan Bravel Matatula sebagai anggota. Tak hanya itu, Pengurus PERKASA pun turut dilengkapi dengan Pembina yang terdiri dari Pendeta HR Lessil, Pendeta Nita Mairima, Cone Hully, Cones Sahetapy, Arens Solissa, Ais Aponno, Alen Pattiwaelapia dan Lien Mattulessy/Latbual. Proses pelantikan itu turut ditandai dengan penyematan lenso adat kepada kelima Pengurus Inti PERKASA, yakni Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliaser Selsily menyematkan lenso adat kepada Ketua PERKASA Kenny Luhukay, Pendeta Jems Tasane menyematkan lenso adat kepada Wakil Ketua PERKASA Elvis Charles Lahallo, Sami Latbual menyematkan lenso adat kepada Sekretaris PERKASA Edwin Matulessy, Ketua Nusahalawano Frangky Tomasoa menyematkan lenso adat kepada Wakil Sekretaris PERKASA Marlan Semuel Lahallo serta Ake Sasabone menyematkan lenso adat kepada Bendahara PERKASA Marsje Manuhuttu. (Red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Press release untuk Rekan-rekan Media Indonesia====================Pekanbaru - -Ketua SPRI Provinsi Riau: Jangan Bangun Persepsi Baru Tentang PersKetua DPDPress release untuk Rekan-rekan Media Indonesia====================Pekanbaru - -Ketua SPRI Provinsi Riau: Jangan Bangun Persepsi Baru Tentang PersKetua DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau, Feri Sibarani, STP, serukan rasa solidaritas diantara profesi wartawan di provinsi Riau. Kamis, 24/6/2021.Menyikapi Peraturan Gubernur Riau Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemprov Riau, Feri Sibarani selaku ketua dari salah satu organisasi Pers di provinsi Riau menghimbau kepada seluruh insan Pers Riau, agar tidak terpecah dan cerai berai sekalipun dalam Pergub tersebut di nilai ada unsur yang berpotensi memecah belah kaum Pers.,"Khususnya pasal 15 ayat 3 poin b,c dan h, Pergub Nomor 19 Tahun 2021 itu kita nilai dapat melahirkan perpecahan dikalangan Perusahaan Pers dan Wartawan, karena ada unsur materil yang mengatur soal syarat perusahaan Pers dan Wartawan yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk turut menyebarluaskan informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemprov Riau," sebut Feri.Yang paling di sayangkan Feri adalah, ketika dalam pembahasan draf terkait perusahaan Pers dan Wartawan, ternyata tidak mengetahui adanya pelibatan para pimpinan perusahaan Pers dan Wartawan, karena menurutnya Gubernur Riau selaku kepala daerah harus dapat mempertimbangkan segala akibat dari keputusannya, sebab tujuan sebuah peraturan perundang-undangan atau kebijakan pemerintah harus mengutamakan prinsip keadilan, manfaat, dan kepastian hukum.,"Jika kita cermati poin-poin dalam ayat (3) pasal 15 itu, sangat menyakiti perasaan kaum Jurnalis dan perusahaan Pers yang selama ini bertugas profesional dan melakukan fungsinya secara baik sesuai dengan pasal 1 ayat (2) dan (4) UU Nomor 40 Tahun 199 tentang Pers. Sebab terverifikasi dan UKW bukan ukuran pokok dalam menilai sebuah perusahaan Pers dan Wartawan," lanjut Feri.Dijelaskannya, bahwa faedah terverifikasi adalah sebagai formalitas pendukung terhadap keberadaan perusahaan Pers, begitu pula soal Uji Kompetensi Wartawan (UKW) disebutnya bukan jaminan bahwa Wartawan pemegang kartu UKW sudah profesional, melainkan disebutnya hanya sebagai formalitas saja.,"Dalam logika kita, dan sesuai pasal 1 ayat (2) dan (4) UU Pers, Perusahaan Pers dan Wartawan disebutkan lebih pada bukti dari aktifitas dan fungsi keduanya di tengah-tengah masyarakat, tidak ada membahas soal hal-hal yang sifatnya formalitas, karena rezim pengaturan-pengaturan macam itu sudah kita lewati di era orde baru," tukas Feri.Menurutnya UU Pers yang dibentuk pada masa transisi orde baru ke reformasi tahun 1999 adalah sudah berubah filosofi dan semangat yang di usung, yaitu soal kebebasan dan kemerdekaan Pers yang sepenuhnya tanpa campur tangan pemerintah dan pihak lain, karena Pers juga merupakan saluran dalam mewujudkan Negara yang menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai dengan konsideran "mengingat" pada poin (1) dan (2) UU Pers.,"Jangan ada pihak lain yang mencoba membangun persfektif lain di luar UU Pers terkait Dunia Pers, itu sama saja ingin mengembalikan kehidupan Pers kepada rezim kegelapan Pers di masa orde baru, mungkin tidak dihambat secara konvensional dengan cara fulgar, tetapi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah, sebut saja Pegub Riau ini, yang sudah jelas mendiskriminasi insan Pers Riau apabila akan di berlakukan, di sisi lain akan ada persfektif lain terhadap kehidupan Pers yang negatif hanya karena soal urusan formalitas," urai Feri.Dilanjutkannya, jika Pemerintah Daerah Provinsi Riau ingin terus melanjutkan Pergub yang kontroversi itu, setidaknya masyarakat akan punya penilaian terhadap gubernur Riau Drs Syamsuar, kemudian bagi Feri selaku yang membawahi sejumlah perusahaan Pers dan Wartawan, seharusnya Gubenur Riau justru mendorong perusahaan Pers untuk bisa bertumbuh sehat dengan skema-skema yang kreatif, karena perusahaan Pers adalah perusahaan yang juga salah satu pendorong geliat ekonomi Riau, dan memiliki kewajiban membayar pajak dan lainnya, serta memiliki karyawan yang perlu mendapat penghidupan.,"Saya kira Kebijakan dalam Pergub itu tidak sejalan dengan konsep pembangunan ekonomi yang terus di gelorakan oleh presiden RI Joko Widodo, diamana terutama pada situasi Covid 19 ini Negara sangat pro aktif untuk mendorong semua kegiatan usaha di tingkat masyarakat, tak terkecuali perusahaan media, agar diberikan kemudahan bahkan ada skema dari pemerintah untuk me relaksasi perusahaan yang memang kesulitan saat ini," imbuhnya.Mengakhiri keterangan pers nya, Feri juga menyampaikan harapannya kepada gubernur Riau Drs Syamsuar, agar dapat memberikan penjelasan terkait Pergub yang di nilai banyak pihak, terutama kalangan Pers, telah melahirkan gejolak sosial di kalangan Pers, yang dapat merenggangkan hubungan dan komunikasi diantara insan Pers dan Pemerintah yang di pimpin oleh Drs Syamsuar. ,"Kita kembalikan semua kepada Gubernur Riau Drs Syamsuar. Kami dari Organisasi Pers SPRI sudah melayangkan surat keberatan kami beberapa hari yang lalu, demikian juga rekan-rekan Ketua organisasi Pers lainya, secara bersamaan sudah melayangkan surat Audiensi resmi kepada Gubernur Riau agar terjalin komunikasi yang persuasif antara pemimpin Media dan Organisasi Pers, karena kami juga adalah warganya yang harus di bina dan harus diberikan ruang untuk berdiskusi agar semua berjalan dengan baik sesuai RPJMD Pemerintah dalam rangka membangun Bumi lancang kuning ke arah yang lebih baik," tutupnya. Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau, Feri Sibarani, STP, serukan rasa solidaritas diantara profesi wartawan di provinsi Riau. Kamis, 24/6/2021.Menyikapi Peraturan Gubernur Riau Nomor 19 Tahun 2021 Tentang Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemprov Riau, Feri Sibarani selaku ketua dari salah satu organisasi Pers di provinsi Riau menghimbau kepada seluruh insan Pers Riau, agar tidak terpecah dan cerai berai sekalipun dalam Pergub tersebut di nilai ada unsur yang berpotensi memecah belah kaum Pers.,"Khususnya pasal 15 ayat 3 poin b,c dan h, Pergub Nomor 19 Tahun 2021 itu kita nilai dapat melahirkan perpecahan dikalangan Perusahaan Pers dan Wartawan, karena ada unsur materil yang mengatur soal syarat perusahaan Pers dan Wartawan yang dijadikan sebagai tolok ukur untuk turut menyebarluaskan informasi Penyelenggaraan Pemerintahan di Lingkungan Pemprov Riau," sebut Feri.Yang paling di sayangkan Feri adalah, ketika dalam pembahasan draf terkait perusahaan Pers dan Wartawan, ternyata tidak mengetahui adanya pelibatan para pimpinan perusahaan Pers dan Wartawan, karena menurutnya Gubernur Riau selaku kepala daerah harus dapat mempertimbangkan segala akibat dari keputusannya, sebab tujuan sebuah peraturan perundang-undangan atau kebijakan pemerintah harus mengutamakan prinsip keadilan, manfaat, dan kepastian hukum.,"Jika kita cermati poin-poin dalam ayat (3) pasal 15 itu, sangat menyakiti perasaan kaum Jurnalis dan perusahaan Pers yang selama ini bertugas profesional dan melakukan fungsinya secara baik sesuai dengan pasal 1 ayat (2) dan (4) UU Nomor 40 Tahun 199 tentang Pers. Sebab terverifikasi dan UKW bukan ukuran pokok dalam menilai sebuah perusahaan Pers dan Wartawan," lanjut Feri.Dijelaskannya, bahwa faedah terverifikasi adalah sebagai formalitas pendukung terhadap keberadaan perusahaan Pers, begitu pula soal Uji Kompetensi Wartawan (UKW) disebutnya bukan jaminan bahwa Wartawan pemegang kartu UKW sudah profesional, melainkan disebutnya hanya sebagai formalitas saja.,"Dalam logika kita, dan sesuai pasal 1 ayat (2) dan (4) UU Pers, Perusahaan Pers dan Wartawan disebutkan lebih pada bukti dari aktifitas dan fungsi keduanya di tengah-tengah masyarakat, tidak ada membahas soal hal-hal yang sifatnya formalitas, karena rezim pengaturan-pengaturan macam itu sudah kita lewati di era orde baru," tukas Feri.Menurutnya UU Pers yang dibentuk pada masa transisi orde baru ke reformasi tahun 1999 adalah sudah berubah filosofi dan semangat yang di usung, yaitu soal kebebasan dan kemerdekaan Pers yang sepenuhnya tanpa campur tangan pemerintah dan pihak lain, karena Pers juga merupakan saluran dalam mewujudkan Negara yang menjunjung Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai dengan konsideran "mengingat" pada poin (1) dan (2) UU Pers.,"Jangan ada pihak lain yang mencoba membangun persfektif lain di luar UU Pers terkait Dunia Pers, itu sama saja ingin mengembalikan kehidupan Pers kepada rezim kegelapan Pers di masa orde baru, mungkin tidak dihambat secara konvensional dengan cara fulgar, tetapi melalui kebijakan-kebijakan pemerintah, sebut saja Pegub Riau ini, yang sudah jelas mendiskriminasi insan Pers Riau apabila akan di berlakukan, di sisi lain akan ada persfektif lain terhadap kehidupan Pers yang negatif hanya karena soal urusan formalitas," urai Feri.Dilanjutkannya, jika Pemerintah Daerah Provinsi Riau ingin terus melanjutkan Pergub yang kontroversi itu, setidaknya masyarakat akan punya penilaian terhadap gubernur Riau Drs Syamsuar, kemudian bagi Feri selaku yang membawahi sejumlah perusahaan Pers dan Wartawan, seharusnya Gubenur Riau justru mendorong perusahaan Pers untuk bisa bertumbuh sehat dengan skema-skema yang kreatif, karena perusahaan Pers adalah perusahaan yang juga salah satu pendorong geliat ekonomi Riau, dan memiliki kewajiban membayar pajak dan lainnya, serta memiliki karyawan yang perlu mendapat penghidupan.,"Saya kira Kebijakan dalam Pergub itu tidak sejalan dengan konsep pembangunan ekonomi yang terus di gelorakan oleh presiden RI Joko Widodo, diamana terutama pada situasi Covid 19 ini Negara sangat pro aktif untuk mendorong semua kegiatan usaha di tingkat masyarakat, tak terkecuali perusahaan media, agar diberikan kemudahan bahkan ada skema dari pemerintah untuk me relaksasi perusahaan yang memang kesulitan saat ini," imbuhnya.Mengakhiri keterangan pers nya, Feri juga menyampaikan harapannya kepada gubernur Riau Drs Syamsuar, agar dapat memberikan penjelasan terkait Pergub yang di nilai banyak pihak, terutama kalangan Pers, telah melahirkan gejolak sosial di kalangan Pers, yang dapat merenggangkan hubungan dan komunikasi diantara insan Pers dan Pemerintah yang di pimpin oleh Drs Syamsuar. ,"Kita kembalikan semua kepada Gubernur Riau Drs Syamsuar. Kami dari Organisasi Pers SPRI sudah melayangkan surat keberatan kami beberapa hari yang lalu, demikian juga rekan-rekan Ketua organisasi Pers lainya, secara bersamaan sudah melayangkan surat Audiensi resmi kepada Gubernur Riau agar terjalin komunikasi yang persuasif antara pemimpin Media dan Organisasi Pers, karena kami juga adalah warganya yang harus di bina dan harus diberikan ruang untuk berdiskusi agar semua berjalan dengan baik sesuai RPJMD Pemerintah dalam rangka membangun Bumi lancang kuning ke arah yang lebih baik," tutupnya.

Meminimalisir Berita Hoax Yang Beredar Di Desa Lokki, Satgas Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY Bersama Kegiatan Anjangsana*Seram Bagian Barat beredarnya berita Hoax yang dapat memecah belah Persaudaraan di Desa Lokki Kec. Huamual Kab. Seram Bagian Barat. Tim Satgas Kodim Maluku Yonarahanud 11/WBY Pos Ramil Lokki bersama dengan Kepolisian dan Babinsa Dusun Katapang melaksanakan anjangsana ke rumah warga. Minggu (6/2/2022).Dansatgas Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY Letkol Arh Rendra Febrandari Suparman, S.I.P., menuturkan bahwa berbagai cara dilakukan Satgas Kodim Maluku untuk terus mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat Maluku, salah satunya melalui kegiatan anjangsana atau berkunjung ke rumah warga, dan kali ini Dusun Katapang yang menjadi tujuan kegiatan tersebut.Anggota Satgas Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY Pos Ramil Lokki bersama dengan Kepolisian dan Babinsa, melaksanakan anjangsana ke rumah warga yang bertujuan untuk meminimalisir/memperkecil isu dan Hoax yang beredar di wilayah binaan Pos Ramil Lokki.Keberadaan anggota Satgas Kodim Maluku Yonarhanud 11/WBY di Dusun Katapang, selain menjaga keamanan dan membantu membangun fasilitas yang dibutuhkan penduduk setempat juga membantu masyarakat dalam berbagai masalah sosial yang timbul di wilayah tersebut.“Kegiatan tersebut akan tetap kami laksanakan hingga menjelang akhir penugasan, karena anjangsana merupakan kegiatan  sosial positif yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjalin persaudaraan juga untuk mengingatkan kepada setiap prajurit bahwa TNI berasal dari rakyat dan akan kembali ke rakyat”, tutur Dansatgas.(Pen Yonarhanud 11/WBY) Yakub

Karya Bhakti Pembuatan Jembatan Panjang Anggota Satgas Yonif 144/JY Bersama Warga di Perbatasan*Riam Sejawak, - Anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 144/JY melaksanakan Karya Bhakti Pembuatan jembatan Panjang di desa Riam Sejawak Kecamatan Riam Sejawak bersama warga dalam pembangunan ulang jembatan yang sudah Rapuh atau membahayakan warga jika untuk di lewati, jembatan Panjang ini merupakan akses warga untuk melintas baik kendaraan roda dua maupun aktivitas sehari-hari.Kebersamaan dan keakraban dapat terjalin antara Satgas dengan masyarakat sehingga terbentuk Kemanunggalan TNI dengan rakyat di perbatasan"ucapannya.Dikatakannya Fransiskus Runa selaku Kepala desa",Jembatan ini kami kasih nama jembatan Panjang", karena terhubung antara desa Riam Sejawak dengan Nanga Sembawang serta merupakan akses warga untuk melintas, jembatan ini udah rapuh kami bersama masyarakat untuk bekerjasama bangun ulang dengan di bantu oleh bapak Satgas Pamtas,"kami pun jadi tambah bersemangat untuk bekerja", pungkasnya.Sertu M Riza beserta empat rekannya", kegiatan ini merupakan pembinaan teritorial kepada masyarakat yang ada di perbatasan,serta bentuk kepedulian dan perhatian kami terhadap masyarakat, jembatan ini merupakan akses warga untuk melintas", harapan nya dengan selesai pembangunan jembatan ini warga lebih nyaman dan aman untuk melintas", imbuhnya.",Kehadiran satgas harus menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat yang ada di perbatasan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan selalu mengedepankan protokol kesehatan.(Pen Yonif 144/JY).Yakub